Rachmad Hidayat Hanya Dikontrak oleh Persija Jakarta Selama Setengah Musim



Persija Jakarta secara resmi memperkenalkan Rachmad Hidayat pada hari terakhir jendela transfer putaran kedua Shopee Liga 1 2018. Pemain berusia 28 tahun itu didatangkan dari Bhayangkara FC.

Rachmad hanya dikontrak oleh Persija Jakarta selama setengah musim. Namun, mantan Persib Bandung itu diberi klausul perpanjangan kontrak untuk tahun depan.
"Rachmad adalah rekrutmen terbaru kami. Kemampuan dan pengalamannya tidak perlu diragukan lagi. Tentu saja kami berharap Rachmad dapat meningkatkan kekuatan Persija Jakarta dalam serangan," kata Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus yang dikutip dari klub & # Situs web 39;
Ferry menambahkan, pihaknya akan mendatangkan satu pemain lagi sebelum bursa transfer ditutup pada Senin (16/9/2019). "Tunggu saja. Akan ada satu pemain lagi yang kami rekrut," kata Ferry.
"Dari awal saya katakan saya bangga dan senang memiliki kepercayaan diri untuk bergabung dengan Persija Jakarta. Tetapi, di balik kebanggaan itu, saya juga merasa bahwa saya sekarang memiliki tanggung jawab besar untuk dapat bergabung dengan tim besar. Ini juga merupakan tantangan untuk karier saya, "kata Rachmad.
Sementara itu, kunjungan Rachmad ke Persija Jakarta melahirkan korban. Karena slot untuk pemain senior sudah penuh, tim berjuluk Macan Kemayoran terpaksa melepaskan Yogi Rahadian ke Perseru Badak Lampung.
Selain Yogi, Persija Jakarta juga mengirim Yan Pieter Nasadit ke Kalimantan Tengah Putra.
"Yogi merapat ke Perseru, Badak Lampung dan Yan Pieter ke Kalimantan Tengah Putra. Mereka adalah pemain bagus. Kami berharap mereka bisa berkembang di sana," tambah Ferry.
"Terima kasih kepada mereka atas dedikasi mereka saat bermain untuk Persija Jakarta." Semoga lebih sukses dengan klub barunya, "katanya.
Pos Rachmad Hidayat hanya dikontrak oleh Persija Jakarta selama setengah musim dan ditampilkan sebelumnya di Topikindo.



Source link

Muhammad Rafid Habibie Resmi Dikontrak Oleh Borneo FC Hingga Akhir Musim



Borneo FC secara resmi mengontrak Muhammad Rafid Habibie untuk putaran kedua Shopee Liga 1 2019. Cucu keponakan mendiang Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie, terikat sampai akhir musim.

Selain Rafid, Borneo FC juga mengamankan tanda tangan penyerang Rendi A. Kasasih. Seperti Rafid, dia ditawari kontrak selama setengah tahun.
"Borneo FC secara resmi memperkenalkan Rendi A. Kasasih dan Muhammad Rafid Habibie," tulis akun Instagram Borneo FC, @ borneofc.id.
"Mereka dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan," lanjut pengumuman itu.
Sebelum dikontrak, Rafid mengikuti seleksi selama beberapa minggu dengan Borneo FC. Kualitas pemuda berusia 19 tahun ini berhasil menarik minat staf kepelatihan.
Nama Rafid mulai muncul pada tahun 2017 ketika ia bersama 11 pemain asing lainnya dipanggil untuk berpartisipasi dalam seleksi dengan Tim Nasional Indonesia U-18 yang pada saat itu masih ditangani oleh Indra Sjafri.
Dua tahun lalu, Rafid sedang belajar di Akademi Manajemen Sepak Bola Italia (ISMA), Italia. Tim nasional Indonesia U-18 saat ini sedang mempersiapkan Piala AFF U-18 2017 di Myanmar.
Tahun ini, Rafid kembali ke Indonesia. Dia mencari peruntungan dengan ikut serta dalam seleksi dengan Bandung United, 2019 peserta Liga 2.
Namun, upaya keponakan BJ Habibie gagal. Bandung United memilih untuk tidak mengontraknya karena suatu alasan.
"Dia baru berusia 19 tahun, dalam hal kualitas teknis, tetapi dalam hal kekuatan dan taktik, dia kekurangan energi. Selain itu, saya diberitahu oleh manajemen untuk mempersiapkan pemain yang siap pakai. Kemudian saya merekomendasikan dia ke Persib U-20 untuk mendapatkan jam terbang. Ternyata karena suatu alasan, ia punya pertimbangan dan menolak pergi ke U-20, "kata Liestiadi, pelatih Bandung United saat itu, pada Juni 2019.
"Saya melihat dalam Curriculum Vitae-nya, dia telah bermain di Portugal dan Italia. Jika dia pergi ke Persib U-20, dia pasti akan diterima. Tetapi dia menolak. Sementara di Bandung United, saya membutuhkan pemain yang mengerti menekan, taktik, dan transisi, "kata Liestiadi, yang sekarang digantikan oleh Budiman yang menangani Bandung United.
Pos Muhammad Rafid Habibie Resmi Dikontrak Oleh Borneo FC Hingga Akhir Musim muncul pertama kali di Berita Hari Ini – Berita Harian Terbaru.



Source link

Borneo FC Secara Resmi mengontrak Muhammad Rafid Habibie



Borneo FC secara resmi mengontrak Muhammad Rafid Habibie untuk putaran kedua Shopee Liga 1 2019. Cucu keponakan mendiang Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie, terikat sampai akhir musim.

Selain Rafid, Borneo FC juga mengamankan tanda tangan penyerang Rendi A. Kasasih. Seperti Rafid, dia ditawari kontrak selama setengah tahun.
"Borneo FC secara resmi memperkenalkan Rendi A. Kasasih dan Muhammad Rafid Habibie," tulis akun Instagram Borneo FC, @ borneofc.id.
"Mereka dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan," lanjut pengumuman itu.
Sebelum dikontrak, Rafid mengikuti seleksi selama beberapa minggu dengan Borneo FC. Kualitas pemuda berusia 19 tahun ini berhasil menarik minat staf kepelatihan.
Nama Rafid mulai muncul pada tahun 2017 ketika ia bersama 11 pemain asing lainnya dipanggil untuk berpartisipasi dalam seleksi dengan Tim Nasional Indonesia U-18 yang pada saat itu masih ditangani oleh Indra Sjafri.
Dua tahun lalu, Rafid sedang belajar di Akademi Manajemen Sepak Bola Italia (ISMA), Italia. Tim nasional Indonesia U-18 saat ini sedang mempersiapkan Piala AFF U-18 2017 di Myanmar.
Tahun ini, Rafid kembali ke Indonesia. Dia mencari peruntungan dengan ikut serta dalam seleksi dengan Bandung United, 2019 peserta Liga 2.
Namun, upaya keponakan BJ Habibie gagal. Bandung United memilih untuk tidak mengontraknya karena suatu alasan.
"Dia baru berusia 19 tahun, dalam hal kualitas teknis, tetapi dalam hal kekuatan dan taktik, dia kekurangan energi. Selain itu, saya diberitahu oleh manajemen untuk mempersiapkan pemain yang siap pakai. Kemudian saya merekomendasikan dia ke Persib U-20 untuk mendapatkan jam terbang. Ternyata karena suatu alasan, ia punya pertimbangan dan menolak pergi ke U-20, "kata Liestiadi, pelatih Bandung United saat itu, pada Juni 2019.
"Saya melihat dalam Curriculum Vitae-nya, dia telah bermain di Portugal dan Italia. Jika dia pergi ke Persib U-20, dia pasti akan diterima. Tetapi dia menolak. Sementara di Bandung United, saya membutuhkan pemain yang mengerti menekan, taktik, dan transisi, "kata Liestiadi, yang sekarang digantikan oleh Budiman yang menangani Bandung United.
Kontrak Resmi Kalimantan FC Dikontrak Muhammad Rafid Habibie ditampilkan awal pada Berita HOT & EXCESS Terbaru.



Source link

Pendiri Kaskus Dilaporkan Mengenai Dugaan Dokumen Penipuan yang Dipalsukan



Jakarta – Pendiri komunitas online "Kaskus", Andrew Darwis, dilaporkan ke Kepolisian Metropolitan Jakarta. Andre dikabarkan terkait dengan dokumen penipuan penipuan.
Kasus ini dilaporkan oleh seseorang bernama Titi Sumawijaya Empel. Kasus ini bermula ketika Titi meminjam sejumlah uang dari DW, yang disebut sebagai orang kepercayaan Andrew Darwis.
"Korban meminjam uang dari Pak DW, yang diduga tangan kanan Andrew, dengan jaminan sertifikat bangunan. Dari pinjaman Rp 15 miliar, yang direalisasikan Rp 5 miliar," Jack Lapian sebagai kata anggota tim kuasa hukum pelapor kepada detik, Senin (16/9/2019).
Pinjaman tersebut berlangsung pada November 2018. Objek yang digadaikan adalah sebuah bangunan di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan.
Dalam perjanjian itu, Titi diberi tenggat waktu 13 tahun untuk mengembalikan uang itu. Namun bulan berikutnya, tepatnya pada Desember 2018, setelah korban mendapat pinjaman, tiba-tiba bangunannya berubah kepemilikan.
"Dalam perjalanannya, sertifikat bangunan dibalik sebagai Susanto, kemudian nama belakang dibalik oleh Andrew Darwis, yang diduga pada awal Desember 2018," kata Jack.
Akhirnya, reporter tahu bahwa sertifikat itu ditempatkan di bank. Pengadu merasa dirugikan sampai akhirnya melaporkan Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya pada Mei 2019.
"Diduga kuat bahwa sertifikat itu sekarang sedang dijaminkan ke bank oleh Frater Andrew Darwis," katanya.
Laporan Titi dimuat dalam laporan polisi bernomor LP / 2959 / V / 2019 / PMJ / Dit.Reskrimsus. Kejahatan yang dilaporkan adalah Pasal 263 ayat (2) KUHP dan / atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
Ketika dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Komisaris Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Argo Yuwono mengkonfirmasi laporan tersebut. Dia membenarkan saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.
"Itu benar," Argo menekankan.
sumber: detik
Laporan Pendiri Kaskus Dilaporkan Mengenai Tuduhan Penipuan Dokumen Palsu yang ditampilkan sebelumnya di Topikindo.



Source link

Andrew Darwis, Pendiri Kaskus Dilaporkan Mengenai Penipuan yang Diduga



Jakarta – Pendiri komunitas online "Kaskus", Andrew Darwis, dilaporkan ke Kepolisian Metropolitan Jakarta. Andre dikabarkan terkait dengan dokumen penipuan penipuan.
Kasus ini dilaporkan oleh seseorang bernama Titi Sumawijaya Empel. Kasus ini bermula ketika Titi meminjam sejumlah uang dari DW, yang disebut sebagai orang kepercayaan Andrew Darwis.
"Korban meminjam uang dari Pak DW, yang diduga tangan kanan Andrew, dengan jaminan sertifikat bangunan. Dari pinjaman Rp 15 miliar, yang direalisasikan Rp 5 miliar," Jack Lapian sebagai kata anggota tim kuasa hukum pelapor kepada detik, Senin (16/9/2019).
Pinjaman tersebut berlangsung pada November 2018. Objek yang digadaikan adalah sebuah bangunan di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan.
Dalam perjanjian itu, Titi diberi tenggat waktu 13 tahun untuk mengembalikan uang itu. Namun bulan berikutnya, tepatnya pada Desember 2018, setelah korban mendapat pinjaman, tiba-tiba bangunannya berubah kepemilikan.
"Dalam perjalanannya, sertifikat bangunan dibalik sebagai Susanto, kemudian nama belakang dibalik oleh Andrew Darwis, yang diduga pada awal Desember 2018," kata Jack.
Akhirnya, reporter tahu bahwa sertifikat itu ditempatkan di bank. Pengadu merasa dirugikan sampai akhirnya melaporkan Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya pada Mei 2019.
"Diduga kuat bahwa sertifikat itu sekarang sedang dijaminkan ke bank oleh Frater Andrew Darwis," katanya.
Laporan Titi dimuat dalam laporan polisi bernomor LP / 2959 / V / 2019 / PMJ / Dit.Reskrimsus. Kejahatan yang dilaporkan adalah Pasal 263 ayat (2) KUHP dan / atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
Ketika dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Komisaris Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Argo Yuwono mengkonfirmasi laporan tersebut. Dia membenarkan saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.
"Itu benar," Argo menekankan.
sumber: detik
Posting Andrew Darwis, Pendiri Kaskus Dilaporkan Mengenai Dugaan Penipuan muncul sebelumnya di Berita HOT & EXCESS Terbaru.



Source link

Pendiri Komunitas Kaskus Dilaporkan Mengenai Pencucian Uang



Jakarta – Pendiri komunitas online "Kaskus", Andrew Darwis, dilaporkan ke Kepolisian Metropolitan Jakarta. Andre dikabarkan terkait dengan dokumen penipuan penipuan.
Kasus ini dilaporkan oleh seseorang bernama Titi Sumawijaya Empel. Kasus ini bermula ketika Titi meminjam sejumlah uang dari DW, yang disebut sebagai orang kepercayaan Andrew Darwis.
"Korban meminjam uang dari Pak DW, yang diduga tangan kanan Andrew, dengan jaminan sertifikat bangunan. Dari pinjaman Rp 15 miliar, yang direalisasikan Rp 5 miliar," Jack Lapian sebagai kata anggota tim kuasa hukum pelapor kepada detik, Senin (16/9/2019).
Pinjaman tersebut berlangsung pada November 2018. Objek yang digadaikan adalah sebuah bangunan di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan.
Dalam perjanjian itu, Titi diberi tenggat waktu 13 tahun untuk mengembalikan uang itu. Namun bulan berikutnya, tepatnya pada Desember 2018, setelah korban mendapat pinjaman, tiba-tiba bangunannya berubah kepemilikan.
"Dalam perjalanannya, sertifikat bangunan dibalik sebagai Susanto, kemudian nama belakang dibalik oleh Andrew Darwis, yang diduga pada awal Desember 2018," kata Jack.
Akhirnya, reporter tahu bahwa sertifikat itu ditempatkan di bank. Pengadu merasa dirugikan sampai akhirnya melaporkan Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya pada Mei 2019.
"Diduga kuat bahwa sertifikat itu sekarang sedang dijaminkan ke bank oleh Frater Andrew Darwis," katanya.
Laporan Titi dimuat dalam laporan polisi bernomor LP / 2959 / V / 2019 / PMJ / Dit.Reskrimsus. Kejahatan yang dilaporkan adalah Pasal 263 ayat (2) KUHP dan / atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
Ketika dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Komisaris Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Argo Yuwono mengkonfirmasi laporan tersebut. Dia membenarkan saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.
"Itu benar," Argo menekankan.
sumber: detik
Posting Pendiri Komunitas Kaskus Dilaporkan Mengenai Pencucian Uang muncul pertama kali di Berita Hari Ini – Berita Harian Terbaru.



Source link

Andrew Darwis, Pendiri Kaskus Dilaporkan Mengenai Penipuan yang Diduga



Jakarta – Pendiri komunitas online "Kaskus", Andrew Darwis, dilaporkan ke Kepolisian Metropolitan Jakarta. Andre dikabarkan terkait dengan dokumen penipuan penipuan.
Kasus ini dilaporkan oleh seseorang bernama Titi Sumawijaya Empel. Kasus ini bermula ketika Titi meminjam sejumlah uang dari DW, yang disebut sebagai orang kepercayaan Andrew Darwis.
"Korban meminjam uang dari Pak DW, yang diduga tangan kanan Andrew, dengan jaminan sertifikat bangunan. Dari pinjaman Rp 15 miliar, yang direalisasikan Rp 5 miliar," Jack Lapian sebagai kata anggota tim kuasa hukum pelapor kepada detik, Senin (16/9/2019).
Pinjaman tersebut berlangsung pada November 2018. Objek yang digadaikan adalah sebuah bangunan di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan.
Dalam perjanjian itu, Titi diberi tenggat waktu 13 tahun untuk mengembalikan uang itu. Namun bulan berikutnya, tepatnya pada Desember 2018, setelah korban mendapat pinjaman, tiba-tiba bangunannya berubah kepemilikan.
"Dalam perjalanannya, sertifikat bangunan dibalik sebagai Susanto, kemudian nama belakang dibalik oleh Andrew Darwis, yang diduga pada awal Desember 2018," kata Jack.
Akhirnya, reporter tahu bahwa sertifikat itu ditempatkan di bank. Pengadu merasa dirugikan sampai akhirnya melaporkan Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya pada Mei 2019.
"Diduga kuat bahwa sertifikat itu sekarang sedang dijaminkan ke bank oleh Frater Andrew Darwis," katanya.
Laporan Titi dimuat dalam laporan polisi bernomor LP / 2959 / V / 2019 / PMJ / Dit.Reskrimsus. Kejahatan yang dilaporkan adalah Pasal 263 ayat (2) KUHP dan / atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.
Ketika dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Komisaris Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Argo Yuwono mengkonfirmasi laporan tersebut. Dia membenarkan saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.
"Itu benar," Argo menekankan.
sumber: detik.



Source link

Film Gundala Disetujui, #BubarkanKPI Menjadi Topik Tren di Twitter



Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia mengeluarkan sanksi untuk sejumlah siaran. Ada 14 program siaran yang dianggap oleh KPI untuk melanggar aturan Kode Perilaku Penyiaran KPI 2012 dan Standar Program Siaran (P3-SPS).
Di antara 14 program siaran ada promo film & # 39; Gundala & # 39; salah satunya. Promosi film yang ditayangkan di TVONE dianggap menyebarkan ekspresi kasar.
Joko Anwar, sang sutradara juga menyatakan kekecewaannya. Joko saat ini berada di Amerika Serikat setelah menghadiri Festival Film Internasional Toronto.
Dia bersedia tweet di Twitter menanggapi promo filmnya di televisi nasional yang dikenakan sanksi KPI. Dalam tweetnya, sutradara juga menempelkan tagar #BubarkanKPI.
"#Submit KPI. Promo Gundala disetujui oleh @KPI_Pusat karena ada dialog yang mengatakan‘ Bajingan & # 39; " Kata Joko.
Joko juga menyelipkan arti kata tersebut dengan memasukkan kutipan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.
"Bang-sat n berdinding; bedbug; 2 cak orang yang memiliki karakter buruk (terutama mereka yang suka mencuri, pencopet, dan sebagainya)" kutipan KBBI berbunyi.
Selain itu ke & # 39; Gundala & # 39; promo film ada acara kartun & # 39; Spongebob & # 39; yang juga dikenakan sanksi KPI.
Sementara itu, Ketua KPI Agung Suprio, tidak bisa mengomentari masalah ini. Dia mengaku sedang menjalani rapat di DPR.
Pos Film Gundala Memberlakukan Sanksi, #BubarkanKPI Menjadi Topik Populer di Twitter muncul pertama kali di Berita Hari Ini – Berita Harian Terbaru.



Source link

Film Gundala dan SpongeBob Disensor, Netizens Twit Membubarkan KPI



Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia mengeluarkan sanksi untuk sejumlah siaran. Ada 14 program siaran yang dianggap oleh KPI untuk melanggar aturan Kode Perilaku Penyiaran KPI 2012 dan Standar Program Siaran (P3-SPS).
Di antara 14 program siaran ada promo film & # 39; Gundala & # 39; salah satunya. Promosi film yang ditayangkan di TVONE dianggap menyebarkan ekspresi kasar.
Joko Anwar, sang sutradara juga menyatakan kekecewaannya. Joko saat ini berada di Amerika Serikat setelah menghadiri Festival Film Internasional Toronto.
Dia bersedia tweet di Twitter menanggapi promo filmnya di televisi nasional yang dikenakan sanksi KPI. Dalam tweetnya, sutradara juga menempelkan tagar #BubarkanKPI.
"#Submit KPI. Promo Gundala disetujui oleh @KPI_Pusat karena ada dialog yang mengatakan‘ Bajingan & # 39; " Kata Joko.
Joko juga menyelipkan arti kata tersebut dengan memasukkan kutipan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.
"Bang-sat n berdinding; bedbug; 2 cak orang yang memiliki karakter buruk (terutama mereka yang suka mencuri, pencopet, dan sebagainya)" kutipan KBBI berbunyi.
Selain itu ke & # 39; Gundala & # 39; promo film ada acara kartun & # 39; Spongebob & # 39; yang juga dikenakan sanksi KPI.
Sementara itu, Ketua KPI Agung Suprio, tidak bisa mengomentari masalah ini. Dia mengaku sedang menjalani rapat di DPR.
Posting Film Gundala dan SpongeBob Disensor, Netizens Twit Disband KPI ditampilkan sebelumnya di Berita HOT & EXCESS Terbaru.



Source link